<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nglangut &#187; 2009</title>
	<atom:link href="http://phil.yusenda.or.id/2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://phil.yusenda.or.id</link>
	<description>Segala yang melintas dalam angan yang meronta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2010 08:05:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wisata Pasar Tradisional</title>
		<link>http://phil.yusenda.or.id/2009/potpourri/wisata-pasar-tradisional/</link>
		<comments>http://phil.yusenda.or.id/2009/potpourri/wisata-pasar-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 07:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Philip</dc:creator>
				<category><![CDATA[potpourri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phil.yusenda.or.id/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tour guide sedang menerangkan ke sekelompok turis Prancis tentang penggunaan daun salam dalam masakan Bali, sambil memetik dan meremas daun salam dari jualan salah satu pedagang. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>pak choy, buncis, kacang panjang, sawi hijau&#8230;</p></blockquote>
<p>Pagi ini, seperti biasa aku bertugas belanja sayur ke pasar Ubud. FYI, yang kalian para turis lihat di siang hari adalah versi bersihnya, dimana yang dijual adalah barang kerajinan. Tepat di lapak yang sama, pagi hari (sebelum jam 09:00), pasar Ubud adalah pasar tradisional <em><strong>biasa</strong></em>, yang penuh sayur mayur, ikan, ayam, dan riuh rendahnya transaksi jual beli. Berbagai sayuran dijual disana, bahkan sayur mayur yang kurang umum di pasar tradisional lain macam bit, basil, dan selada merah, karena pasar Ubud juga melayani komunitas <em>expatriate</em> yang cukup besar.</p>
<blockquote><p>ikan tuna, pukis, lemper, telur ayam kampung&#8230;</p></blockquote>
<p>Pagi ini ada pemandangan yang agak lain. Seorang tour guide sedang menerangkan ke sekelompok turis Prancis tentang penggunaan daun salam dalam masakan Bali, sambil memetik dan meremas daun salam dari jualan salah satu pedagang. Di pojok sana, serombongan turis Taiwan terkagum-kagum melihat kecepatan seorang pedagang memotong ayam (atau mereka mengagumi tingkat kekotoran wilayah sekitarnya?). Di sudut sana, dua anak Jepang lari dari rombongannya dan sibuk mencolek-colek buah nangka.</p>
<blockquote><p>nangka, pisang, jambu, kecambah, bawang bombay&#8230;</p></blockquote>
<p>Pemandangan ini membuatku bertanya: apa menariknya pasar tradisional? Pasarnya becek, kotor, sumpek, dan riuh. Bagaimana bisa sampai ada biro wisata yang punya ide membuat paket macam ini?</p>
<blockquote><p>paduan suara ayam, teriakan menawarkan dagangan, bel truk sampah&#8230;</p></blockquote>
<p>Apa pendapatmu? </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phil.yusenda.or.id/2009/potpourri/wisata-pasar-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngoprek MovableType: ImageDriver</title>
		<link>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/ngoprek-movabletype-imagedriver/</link>
		<comments>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/ngoprek-movabletype-imagedriver/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 05:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Philip</dc:creator>
				<category><![CDATA[rotary]]></category>
		<category><![CDATA[technomage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phil.yusenda.or.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya berhasil juga mengonlinekan websitenya Rotary Ubud Sunset. Waktu coba login ke enginenya (pake MovableType Open Source) , eh mendadak muncul warning :
Image::Magick is either not present on your server or incorrectly configured. Due to that, you will not be able to use Movable Type&#8217;s userpics feature. If you wish to use that feature, please [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya berhasil juga mengonlinekan <a href="http://www.rotarybaliubudsunset.org">websitenya Rotary Ubud Sunset</a>. Waktu coba login ke enginenya (pake <a href="http://movabletype.org">MovableType Open Source</a>) , eh mendadak muncul warning :</p>
<blockquote><p>Image::Magick is either not present on your server or incorrectly configured. Due to that, you will not be able to use Movable Type&#8217;s userpics feature. If you wish to use that feature, please install Image::Magick or use an alternative image driver.</p>
</blockquote>
<p>Cek kiri-kanan ternyata hosting yang kupakai memang ndak memasang Image::Magick , dan berhubung males berdebat dengan adminnya, maka aku ganti saja image drivernya. Caranya mudah kok, tinggal tambahkan 1 baris ini :</p>
<p><code>ImageDriver GD</code></p>
<p>atau</p>
<p><code>ImageDriver NetPBM</code></p>
<p>di dalam mt-config.cgi .</p>
<p>Beres dah!</p>
<p><em>A thousand more bugs to squash! Fiuh!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/ngoprek-movabletype-imagedriver/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Convert Video di Ubuntu</title>
		<link>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/convert-video-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/convert-video-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 09:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Philip</dc:creator>
				<category><![CDATA[technomage]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[Youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phil.yusenda.or.id/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Skenarionya begini:
Kolegamu memberikan sebuah file video (katakanlah blabla.avi), codecnya masih uncompressed AVI dengan audio PCM, hasil keluaran Adobe Premiere, besarnya 1,8 GB, lengkapÂ  dengan pesan, &#8220;Mas tolong uploadin ke Youtube yah, buat promosi kita.&#8221;
Koneksi kantor pake Speedy Unlimited Office, yg berarti bandwith tidak terlalu lebar, kalau dipaksakan 1,8 GB diupload bisa mampus berhari-hari koneksinya. Plus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Skenarionya begini:</p>
<p>Kolegamu memberikan sebuah file video (katakanlah blabla.avi), codecnya masih uncompressed AVI dengan audio PCM, hasil keluaran Adobe Premiere, besarnya 1,8 GB, lengkapÂ  dengan pesan, &#8220;Mas tolong uploadin ke Youtube yah, buat promosi kita.&#8221;</p>
<p>Koneksi kantor pake Speedy Unlimited Office, yg berarti bandwith tidak terlalu lebar, kalau dipaksakan 1,8 GB diupload bisa mampus berhari-hari koneksinya. Plus, Youtube membatasi besar file hanya maksimal 1 GB. Berarti file video ini harus dikompresi habis-habisan, dan codecnya harus disesuaikan dengan ketentuan Youtube (H264/AAC)</p>
<p>Bagaimana caranya?</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Asumsi : OS yang kau gunakan adalah Ubuntu Intrepid</p>
<p>Langkah yg perlu dilakukan (dimodifikasi dari <a href="http://www.brad-x.com/2007/05/19/yet-another-linuxnix-video-h264-howto">sini</a>:</p>
<ol>
<li>Pastikan paket yang diperlukan sudah terpasang</li>
<pre>sudo apt-get install mencoder mplayer faac gpac mpeg4ip-server x264 libdvdread libdvdcss</pre>
<li>Pisahkan aliran suara dari berkas aslinya, dan ubah ke format AAC. Perhatikan parameter -C 2 , ini untuk aliran suara 2 kanal (stereo), sesuaikan dengan jumlah kanal pada berkas asli</li>
<pre>mplayer -vc null -vo null -ao pcm -benchmark blabla.avi</pre>
<pre>faac --mpeg-vers 4 -q 100 -P -R 48000 -C 2 -I 5,6 -X audiodump.wav -o audio.aac</pre>
<li>Apabila videonya perlu dicropping, maka cari batas-batas peng-cropping-annya dengan perintah berikut:</li>
<pre>mplayer -vo null -vf cropdetect blabla.avi</pre>
<p>Hasil dari perintah di atas adalah ukuran pemotongan video yang terdeteksi. Hati-hati, nilai terdeteksi bisa bervariasi karena fluktuasi ukuran video. Ambillah nilai terbesar (pemotongan paling sedikit) agar tidak ada bagian video yang terbabat secara tidak sengaja. Nilai terdeteksi tersebut dimasukkan ke -vf crop=xxx:xxx:xx:xx  dalam perintah di bawah. Apabila tidak diperlukan pemotongan, hapus paramater -vf crop=xxx:xxx:xx:xx .</p>
<li>Berikutnya, pisahkan aliran gambar (video stream) dalam 2 pass, convert ke H264</li>
<pre>mencoder -nosound -of rawvideo -ovc x264 -vf crop=xxx:xxx:xx:xx,scale,harddup -x264encopts bitrate=1000:frameref=6:analyse=all:me=umh:subme=7:trellis=2:bframes=1:subq=7:brdo:mixed_refs:weight_b:bime:no_fast_pskip:direct_pred=auto:mixed_refs:nr=200:threads=auto:turbo=2:pass=1 -noskip blabla.avi -o /dev/null</pre>
<pre>mencoder -nosound -of rawvideo -ovc x264 -vf crop=xxx:xxx:xx:xx,scale,harddup -x264encopts bitrate=1000:frameref=6:analyse=all:me=umh:subme=7:trellis=2:bframes=1:subq=7:brdo:mixed_refs:weight_b:bime:no_fast_pskip:direct_pred=auto:mixed_refs:nr=200:threads=auto:pass=2 -noskip blabla.avi -o movie.264</pre>
<li>Lalu convert videonya ke container mp4. Perhatikan parameter -rate 25 , ubahlah menyesuaikan dengan parameter video aslinya (kebanyakan video PAL menggunakan frame rate 25)</li>
<pre>mp4creator -rate 25 -a movie.264 movie.mp4</pre>
<li>Sekarang satukan aliran suara dan gambarnya</li>
<pre>MP4Box -add audio.aac movie.mp4</pre>
</ol>
<p>Selesai!<br />
Tinggal mengupload movie.mp4 ke Youtube!</p>
<p>Fiuh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phil.yusenda.or.id/2009/technomage/convert-video-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
