Tulisan ini kuposting via email kepada beberapa kawan sekitar 4 hari setelah mendarat di pulau Timor. Tidak ada yang ku edit, hanya kuposting sesuai dengan tanggal pengiriman emailnya.
Halo kawan semua,
Saat ini aku ada di Kupang, ujung barat pulau Timor, propinsi NTT, masih Indonesia. Kota ini sangat asyik untuk mereka yang ingin belajar nyupir, karena kelokan-kelokan yang ada di daerah Batu saja kalah jauh di banding kondisi jalan di dalam kota Kupang: berbelok-belok tajam sambil naik turun.
Ngapain di sini? Tentu saja kerja dong, walaupun kadang aku bingung juga, definisi kerja itu apaan sich. Soalnya, LSM tempatku bekerja, Jesuit Refugee Service (www.jesref.org), terutama yang di Indonesia, punya konsep berbeda soal kerja. Umumnya orang kerja mulai pagi sampai sore, trus sampai di rumah nyantai nggak mikir apa-apa (kecuali yang wartawan dan yang workaholic!). Tapidi sini, aku tinggal di sebuah komunitas. Ada sebuah rumah bersama yang menjadi pusat kegiatan dan pusat kehidupan. Mulai dari direktur nasional sampai supir tinggal di situ. Bekerja, makan, bercanda, nonton TV, semua melebur jadi satu. Seperti sekarang ini, aku baru menerjemahkan proposal kunjungan ke Timor Lorosae, tapi pada saat yang bersamaan aku juga mengetik surat ini.
Aku akan coba untuk mengirim secara konstan serial ini setiap minggu, tapi juga nggak janji, karena mulai minggu depan aku akan ditempatkan di Betun, yang saluran telpon aja susah, apalagi internet. See you all next week!


Recent Comments