Beberapa minggu ini lagi sibuk ngoprek website dengan MovableType yang jalan di Apache di salah satu virtual machine di VirtualBox.

Kesulitan timbul ketika aku menyalin virtual machine ke VirtualBox milik klien.
Ini langkah yang kulakukan:
1. copy file *.vdi dari /home/user/.VirtualBox/HardDisks ke laptop klien, di folder yang sama
2. Buat virtual machine baru di klien, arahkan harddisknya ke file *.vdi yang disalin tadi
3. Pastikan setting virtual machine yang baru sama dengan yang lama
4. Boot virtual machine

Setelah virtual machine di laptop klien ku boot ternyata tidak ada network interface yang terdeteksi.
Hasil ifconfig menunjukkan hanya lo saja yang up
Perintah :
sudo ifconfig eth0 up
malah menghasilkan error yang menyatakan interface tidak ditemukan

Googling dikit, ternyata ketemu ini: No networking on copied/imported guests

Ternyata, virtual machine yang jalan di bawah VirtualBox (aku pakai Ubuntu Hardy 8.04.3 JEOS) dikunci network interfacesnya ke MAC Address tertentu saja di /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules . Gejalanya, kalau dijalankan :
dmesg | grep udev
pasti ada baris macam ini:
udevd: renamed network interface eth0 to eth1

Jadi tinggal disamakan saja MAC Address yang dipakai di virtual machine di laptopku dengan yang di laptop klien, dan apache pun jalan lagi dengan lancar :D

pak choy, buncis, kacang panjang, sawi hijau…

Pagi ini, seperti biasa aku bertugas belanja sayur ke pasar Ubud. FYI, yang kalian para turis lihat di siang hari adalah versi bersihnya, dimana yang dijual adalah barang kerajinan. Tepat di lapak yang sama, pagi hari (sebelum jam 09:00), pasar Ubud adalah pasar tradisional biasa, yang penuh sayur mayur, ikan, ayam, dan riuh rendahnya transaksi jual beli. Berbagai sayuran dijual disana, bahkan sayur mayur yang kurang umum di pasar tradisional lain macam bit, basil, dan selada merah, karena pasar Ubud juga melayani komunitas expatriate yang cukup besar.

ikan tuna, pukis, lemper, telur ayam kampung…

Pagi ini ada pemandangan yang agak lain. Seorang tour guide sedang menerangkan ke sekelompok turis Prancis tentang penggunaan daun salam dalam masakan Bali, sambil memetik dan meremas daun salam dari jualan salah satu pedagang. Di pojok sana, serombongan turis Taiwan terkagum-kagum melihat kecepatan seorang pedagang memotong ayam (atau mereka mengagumi tingkat kekotoran wilayah sekitarnya?). Di sudut sana, dua anak Jepang lari dari rombongannya dan sibuk mencolek-colek buah nangka.

nangka, pisang, jambu, kecambah, bawang bombay…

Pemandangan ini membuatku bertanya: apa menariknya pasar tradisional? Pasarnya becek, kotor, sumpek, dan riuh. Bagaimana bisa sampai ada biro wisata yang punya ide membuat paket macam ini?

paduan suara ayam, teriakan menawarkan dagangan, bel truk sampah…

Apa pendapatmu?

Akhirnya berhasil juga mengonlinekan websitenya Rotary Ubud Sunset. Waktu coba login ke enginenya (pake MovableType Open Source) , eh mendadak muncul warning :

Image::Magick is either not present on your server or incorrectly configured. Due to that, you will not be able to use Movable Type’s userpics feature. If you wish to use that feature, please install Image::Magick or use an alternative image driver.

Cek kiri-kanan ternyata hosting yang kupakai memang ndak memasang Image::Magick , dan berhubung males berdebat dengan adminnya, maka aku ganti saja image drivernya. Caranya mudah kok, tinggal tambahkan 1 baris ini :

ImageDriver GD

atau

ImageDriver NetPBM

di dalam mt-config.cgi .

Beres dah!

A thousand more bugs to squash! Fiuh!

Skenarionya begini:

Kolegamu memberikan sebuah file video (katakanlah blabla.avi), codecnya masih uncompressed AVI dengan audio PCM, hasil keluaran Adobe Premiere, besarnya 1,8 GB, lengkap  dengan pesan, “Mas tolong uploadin ke Youtube yah, buat promosi kita.”

Koneksi kantor pake Speedy Unlimited Office, yg berarti bandwith tidak terlalu lebar, kalau dipaksakan 1,8 GB diupload bisa mampus berhari-hari koneksinya. Plus, Youtube membatasi besar file hanya maksimal 1 GB. Berarti file video ini harus dikompresi habis-habisan, dan codecnya harus disesuaikan dengan ketentuan Youtube (H264/AAC)

Bagaimana caranya?

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Setelah beberapa kali crash Windows XP di komputer kantor, akhirnya nggak tahan juga untuk menginstall Linux. Gara-gara disekem Farhan, akhirnya aku coba Blankon Lontara.
Read the rest of this entry »

Tags:

« Older entries § Newer entries »